Minggu, 27 November 2011

BAB 4: INFORMASI PESAN DAN MAKNA

 PESAN VERBAL & NONVERBAL

A. Pesan Verbal
Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.
Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti. Kalimat dalam bahasa Indonesia Yang berbunyi ”Di mana saya dapat menukar uang?” akan disusun dengan tatabahasa bahasa-bahasa yang lain sebagai berikut:
· Inggris: Dimana dapat saya menukar beberapa uang? (Where can I change some money?).
· Perancis: Di mana dapat saya menukar dari itu uang? (Ou puis-je change de l’argent?).
· Jerman: Di mana dapat saya sesuatu uang menukar? (Wo kann ich etwasGeld wechseln?).
  • Spanyol: Di mana dapat menukar uang? (Donde puedo cambiar dinero?).
Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi merupakan pengetahuan tentang bunyi-bunyi dalam bahasa. Sintaksis merupakan pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. Semantik merupakan pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata.
!. Fungsi Bahasa.
Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.
  1. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.
  2. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
  3. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
Cansandra L. Book (1980), dalam Human Communication: Principles, Contexts, and Skills, mengemukakan agar komunikasi kita berhasil, setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:
a. Mengenal dunia di sekitar kita. Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita, mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini.
b. Berhubungan dengan orang lain. Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita, dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita, termasuk orang-orang di sekitar kita.
c. Untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita. Bahasa memungkinkan kita untuk lebih teratur, saling memahami mengenal diri kita, kepercayaan-kepercayaan kita, dan tujuan-tujuan kita.
2. Keterbatasan Bahasa:
a. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.
Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dan sebagainya. Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Suatu kata hanya mewakili realitas, tetapi buka realitas itu sendiri. Dengan demikian, kata-kata pada dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara eksak.
Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis, misalnya baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.
b. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.
Kata-kata bersifat ambigu, karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Kata berat, yang mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam.[1] Misalnya: tubuh orang itu berat; kepala saya berat; ujian itu berat; dosen itu memberikan sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek.
c. Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa terikat konteks budaya. Oleh karena di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya dan subbudaya yang berbeda, tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda, atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama. Konsekuensinya, dua orang yang berasal dari budaya yang berbeda boleh jadi mengalami kesalahpahaman ketiaka mereka menggunakan kata yang sama. Misalnya kata awak untuk orang Minang adalah saya atau kita, sedangkan dalam bahasa Melayu (di Palembang dan Malaysia) berarti kamu.
Komunikasi sering dihubungkan dengan kata Latin communis yang artinya sama. Komunikasi hanya terjadi bila kita memiliki makna yang sama. Pada gilirannya, makna yang sama hanya terbentuk bila kita memiliki pengalaman yang sama. Kesamaan makna karena kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognitif disebut isomorfisme. Isomorfisme terjadi bila komunikan-komunikan berasal dari budaya yang sama, status sosial yang sama, pendidikan yang sama, ideologi yang sama; pendeknya mempunyai sejumlah maksimal pengalaman yang sama. Pada kenyataannya tidak ada isomorfisme total.
d. Percampuranadukkan fakta, penafsiran, dan penilaian.
Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian), penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan dengan kekeliruan persepsi. Contoh: apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat seorang pria dewasa sedang membelah kayu pada hari kerja pukul 10.00 pagi? Kebanyakan dari kita akan menyebut orang itu sedang bekerja. Akan tetapi, jawaban sesungguhnya bergantung pada: Pertama, apa yang dimaksud bekerja? Kedua, apa pekerjaan tetap orang itu untuk mencari nafkah? .... Bila yang dimaksud bekerja adalah melakukan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah, maka orang itu memang sedang bekerja. Akan tetapi, bila pekerjaan tetap orang itu adalah sebagai dosen, yang pekerjaannya adalah membaca, berbicara, menulis, maka membelah kayu bakar dapat kita anggap bersantai baginya, sebagai selingan di antara jam-jam kerjanya.
Ketika kita berkomunikasi, kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Proses ini lazim disebut penyandian (encoding). Bahasa adalah alat penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik (lihat keterbatasan bahasa di atas), untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya, bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman.
B. Pesan Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.
1. Klasifikasi pesan nonverbal.
Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:
  1. Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut: a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk; b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan; c. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.
Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah: a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif; b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah; c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.
  1. Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.
  2. Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.
  3. Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.
  4. Pesan sentuhan dan bau-bauan.
Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian.
Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.
2. Fungsi pesan nonverbal.
Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:
  1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
  2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
  3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
  4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
  5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.
Sementara itu, Dale G. Leathers (1976) dalam Nonverbal Communication Systems, menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan. Yaitu:
a. Factor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatamuka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk nonverbal.
b. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal.
c. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar.
d. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi.
e. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abtraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.
f. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat).
sumber:http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/

BAB 3: MODEL MODEL KOMUNIKASI


Model dapat diartikan sebagai gambaran yang sistematis dan  abstrak. Fungsinya untuk menerangkan potensi-potensi tertentu yang berkaitan dengan beragam aspek dari suatu proses. Model adalah cara untuk menunjukkan sebuah objek yang mengandung kompleksitas proses di dalamnya dan hubungan antara unsur-unsur pendukungnya.
   Menurut Little John adalah: pengertian model dapat diterapkan pada setiap representasi simbolik dari suatu benda,proses atau ide.
Model komunikasi terdapat lima kelompok yaitu: model dasar,model pengaruh personal,penyebaran dan dampak komunikasi massa.
  Menurut shannon dan weaver: sumber informasi menghasilkan pesan untuk dikomunikasikan.
Pemancar mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan.
Saluran adalah: medium  yang digunakan untuk mengirim sinyal dari pemancar ke penerima. Sasarannya adalah orang yang menjadi tujuan penyampaian pesan.
 Menurut weaver: setiap informasi yang disajikan/message merupakan proses komunikasi. Informasi yang disampaikan  memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan,mengubah sikap,dsn perilaku individu serta khalayak.
Informasi adalah: energi yang terpolakan, yang mempengaruhi individu dalam mengambil keputusan dari kemungkinan pilihan-pilihan yang ada.
Model Komunikasi Lasswell merupakanungkapan verbal.
-WHO: mengundang  pertanyaan mengenai pengendalian pesan.
-SAYS WHAT: merupakan bahan untuk analisis isi.
-IN WHICH CHANNEL: menarik untuk mengkaji mengenai analisis media.
-TO WHOM: untuk studi analis khalayak.
-WITH WHAT EFFECT: berhubungan erat dengan kajian mengenai efek pesan pada khalayak. Oleh karena itu model ini banyak diterapkan pada komunikasi massa.
http://uripsantoso.wordpress.com/2010/02/16/tujuan-dan-akibat-komunikasi/ buku pengantar pengantar ilmu komunikasi Dr. wiryanto, MA
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/

Selasa, 18 Oktober 2011

BAB 2: Komunikasi dan Kehidupan Manusia


       Komunikasi dan Kehidupan Manusia
          Kehidupan manusia tidak lepas dari komunikasi
          Tindakan komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata baik lisan dan atau tulisan) ataupun non verbal (tidak dalam bentuk kata-kata misalnya dalam gestur, sikap, tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk-bentuk lainnya yang mengandung arti).
          Fungsi komunikasi dalam kehidupan :
          Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya, dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung.
          Melalui komunikasi seseorang dapat membuat dirinya untuk tidak terasing/terisolasi dari lingkungan disekitarnya.
          Melalui komunikasi seseorang dapat mengenali orang lain.
          Melalui komunikasi seseorang dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang karena berbagai permasalahan yang dihadapinya.
          Melalui komunikasi seseorang dapat mengisi waktu luang.
          Melalui komunikasi seseorang dapat menambah pengetahuan dan mengubah sikap serta perilaku kebiasaanya.
          Melalui komunikasi seseorang juga dapat berusaha untuk membujuk dan atau memaksa orang lain agar berpendapat, bersikap atau berperilaku sebagaimana yang diharapkan.
          Singkat kata, komunikasi mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan manusia.
          Definisi Dan Karakteristik Komunikasi
          Kata atau istilah “ Komunikasi” (dari bahasa inggris “ Communication”) berasal dari “communicatus”. Dalam bahasa Latin, yang artinya “berbagi” atau menjadi milik bersama.
          Komunikasi menurut Lexicographer (ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
          Menurut Hovland, Janis & Kelley; 1953
          Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lain (khalayak).
          Menurut Berelson dan Steiner ; 1964
          Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
          Menurut Lasswell; 1960
          Komunikasi merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”, “mengatakan apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa: dan “dengan akibat apa atau hasil apa” ( who? says what? In which channel? To whom? With what effect?
          Menurut Gode, 1959
          Komunikasi adalah suatu proses yang membuat seseorang dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi milik oleh dua orang atau lebih.
          Menurut Ruesch, 1957
          Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.
          Definisi tersebut,memberikan penekanan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan tersebut, mempunyai tujuan yakni mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya yang menjadi sasaran komunikasi.
  • Komunikasi adalah suatu proses
          Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan ( ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
          Komunikasi adalah upaya disengaja serta  mempunyai tujuan
          Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya. Pengertian “sadar” disini menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang sepenuhnya berada dalam kondisi mental-psikologi yang terkendalikan atau terkontrol,bukan dalam keadaan mimpi.
          KOMUNIKASI MENUNTUT ADANYA PARTISIPASI DAN KERJASAMA DARI PARA PELAKU YANG TERLIBAT
          Kegiatan komunikasi akan berlangsung dengan baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi ( dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang dikomunikasikan.
          Komunikasi bersifat simbolis
          Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasa verbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka atau tanda-tanda lainya
          Komunikasi bersifat transaksional
          Komunikasi pada dasarnya menuntut adanya tindakan memberi dan menerima.
          KOMUNIKASI MENEMBUS FAKTOR WAKTU DAN RUANG
          Para pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.
          Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti handphone, faksimili, internet, video conference, faktor waktu dan tempat bukan lagi menjadi persoalan dan hambatan dalam berkomunikasi.
          PERBEDAAN ANTARA KOMUNIKASI DAN PUBLISISTIK
          Publisistik berasal dari bahasa latin “publicare”, yang mempunyai arti “menjelaskan kepada penduduk”.
          Namun pengertian publisistik tetap memberikan penekanan pada suatu kegiatan “ searah” yang dilakukan seseorang/sekelompok orang/organisasi dengan tujuan mempengaruhi orang-orang lain/kelompok-kelompik lain/organisasi-organisasi lain
          Sementara komunikasi lebih mengutamakan interaksi.
          Mulai dari yang hanya menyangkut diri seseorang (intra pribadi), antar dua orang atau lebih (antar pribadi) dalam kelompok/organisasi, hingga peristiwa-peristiwa komunikasi dalam konteks publik atau masyarakat secara luas dalam skala lokal, nasional, regional ataupun global.

Sabtu, 15 Oktober 2011

BAB 1: DEFINISI DAN KARAKTERISTIK KOMUNIKASI

Analisis SWOT
Tujuan dan pencapaian Hidup
  1. Saya Harus Lulus Sarjana(S1) Dari Universitas DR Soetomo pada semester ini.
2. Paling
Lambat Bulan Depan Saya Harus Bisa Beli Laptop
3.
Karena Saya Semester ini Program MK TOEFL maka Nilai Harus Mencapai 450
Kelebihan (Strength)
  1.  Saya orangnya cerdas, seminggu bisa baca 1 buku
2.
Sholat, berdoa, puasa dan bersedekah.
3.
Selalu Semangat dan Percaya Diri…………….!!
Kelemahan (Weakness) “
1.
Terlalu Sibuk Dengan Pekerjaan Dan Urusan Asmara
2.
Kurang Bisa Memanaj waktu dengan baik.
3.
Kurang menguasai bahasa inggris terutama pada listening dan conversation.
4.
Sering Menhabiskan waktu dengan main game dan Jalan2 ke mall
5.
Boros Untuk Urusan Penampilan
Peluang (Opportunity) “
1. Teman dan rekan kerja yang bisa diajak sharing.
2. Browsing
ke internet, ebook dan buku yang mendukung.
3.
Teman Special yang mengajari saya bahasa ingris
Ancaman (Threat) “
1.
tidak adanya biaya kuliah
  2. kesehatn sering drop
  3. persaingan semakin ketat
Urgensi Komunikasi
FAKTA
80%
Waktu yang kita punya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ke atas, ke bawah atau ke samping, di dalam organisasi kita atau di luar organisasi dengan para client, pelanggan serta unit-unit lain. Karena itu, mengembangkan kemampuan berkomunikasi sangatlah penting.
FAKTA
1/3
Kehidupan orang dewasa dihabiskan di tempat kerja dan kemampuan berkomunikasi yang baik yang dikembangkan di tempat kerja akan merambat kepada meningkatnya mutu kehidupan pribadi.

Kalau kita ingin tim kita meraih sukses, orang-orang di dalam tim harus mampu berbicara satu sama lain dan juga mampu mendengarkan. Inilah kunci keberhasilan sebuah komunikasi.
Definisi komunikasi
  Kata atau istilahkomunikasi” (Bahasa Inggris “communication”) berasal dari Bahasa Latin “communicatus” yang berartiberbagiataumenjadi milik bersama”.Dengan demikiankata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.
 
  Menurut  Webster New Collogiate Dictionary  dijelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku”. 
Definisi Para Ahli
Sarah Trenholm dan Arthur Jensen. Komunikasiadalah suatu proses dimana simber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
Hovland, Janis & Kelley Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya.
Berelson & Steiner Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar, angka-angka, dan lain-lain.
Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskansiapa”  “mengatakanapa”  “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dandengan akibat apa”  atauhasil apa”.(who says what in which channel to whom and with what effect).
Barnlund Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Weaver Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Gode Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. 
Karakteristik Komunikasi
1.Komunikasi suatu proses
2.Komunikasi adalah upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan
3.Komunikasi menurut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat
4.Komunikasi bersifat simbolis
5.Komuniksi bersifat transaksional
6.Komunikasi menembus ruang dan waktu
Komponen Komunikasi
1.Communicator (komunikator, source, sender)
2.Message (pesan)
3.Channel (media)
4.Communicant,Communicate,receiver,recipient
5.Effect,impact,influence (efek)
Sistematika Komunikasi
Fungsi Komunikasi
1.Menginformasikan
2.Mendidik
3.Menghibur
4.Mempengaruhi
Tujuan Komunikasi
1.Perubahan sikap (attitude change)
2.Perubahan pendapat (opinion change)
3.Perubahan perilaku (behaviour change)
4.Perubahan sosial (social change)
TUJUAN DAN AKIBAT KOMUNIKASI
  Secara umum akibat ( hasil-impact ) komunikasi
dapat terjadi dalam 3 tahap yakni :
1.Cognitive Effect (Tahap Kognitif).
Yang
menyangkut Yaitu kesadaran dan pengetahuan. Misalnya : menjadi sadar atau ingat, menjadi tahu atau kenal
2.Affective Effect (Tahap Afektif).
Yaitu tahap pembentukan sikap atau perasaan/emosi. Misalnya : sikap setuju/tidak setuju, sediah, gembira, benci dan suka
3.Psychomotor Effect (Behavioral Effect atauTahap Konatif). Yaitu tahap pembentukan atau perubahan perilaku / tindakan. Misalnya : berbuat seperti yang dirasakan atau tidak dirasakan
A-A Procedure (AIDDA)
A – Attention (perhatian)
I  – Interest (minat)
D – Desire (hasrat)
D – Decision (keputusan)
A – Action (kegiatan)
CARA BERKOMUNIKASI PEMIMPIN DENGAN ANGGOTA TIM
Pemimpin yang baik selalu mengundang, mendengarkan dan mendorong partisipasi.
Cara
komunikasi yang harus dipakai :

KONSISTEN
JELAS
SOPAN
Komunikasi dibagi dua
Komunikasi Verbal. Simbol atau pesan adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih
Komunikasi Non Verbal. Pesan non verbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata
Hambatan Umum
1. Kecepatan berbicara
Terkadang saya tidak bisa mengontrol kecepatan berbicara, kadang terlalu cepat dan kadang terlalu lambat.
2. Komunikasi satu arah
Tidak ada umpan balik dari lawan bicara saya. Sehingga terkesan seperti berbicara sendiri.
3. Penggunaan bahasa yang kurang umum
Ada kalanya saat berbicara resmi, saya masih belum bisa mengontrol bahasa yang saya gunakan. Bahasa daerah yang saya gunakan, kadang membuat lawan bicara saya menjadi binggung. Sehingga pesan tidak bias tersampaikan dengan baik.
4. Kekacauan ide
Komunikasi tanpa persiapan bias membuat saya kurang bahan bicara. Sehingga ide yang ingin saya sampaikan tidak sesuai/tepat urutannya.